Tausiah

Kenapa Aku Galau? Ternyata 4 Perkara Ini Biangkeroknya

Nusantarakini.com, Jakarta –

Kamu kadang tak tahu pasalnya, tiba-tiba pikiran keruh, hati gersang, ibadah malas, bawaan uring-uringan, lihat orang nggak ada yang bikin happy, dibawa makan enak-enak, tetap saja hati bawaannya tidak damai. Apalagi baca komentar orang di group WA yang sok pintar dan nyinyir, hati makin panas dan gedegetan untuk tidak nimbrung angkat komentar.

Jika kamu merasa semacam itu, itu pertanda hati dilanda gelisah akut. Bila dibiarkan bisa bahaya bagi dirimu. Masalahnya gelisah karena apa tak jelas juntrungannya.

Hal yang mungkin masuk akal penyebabnya ialah hatimu tengah ternodai dosa. Untuk mengobati dan memulihkan agar hati kembali segar, tenang, jernih dan damai yaitu dimulai dengan menghindari empat hal ini. Sebab empat hal inilah biangkeladi yang mengacaukan hati dan membuatnya tidak karuan.

Satu, karena jarang mengingat dan merenungkan Allah. Seolah hidup berkuasa sendiri dan tidak bersangkut paut dengan Allah. Seolah hidup seperti Tuhan.

Masalah utama manusia modern yang suka galau dan gersang karena merasa telah menjadi Tuhan akan dirinya sendiri. Dia merasa dia berkuasa atas hidup dan matinya. Akibatnya dia merasa tak butuh Tuhan. Orang macam ini, susah beranjak ke perkara zikir kepada Allah. Sebab, bermula zikir itu, sadar akan adanya Allah yang Maha Segalanya.

Dua, kebanyakan berbual, demagogi omong-kosong, bicara yang hanya urusan kebesaran duniawi, hingga kehabisan ruang waktu untuk refleksi diri. Mereka yang banyak bicara, akan mengalami kehampaan jiwa.

Tiga, senantiasa berada dalam sergapan hiruk-pikuk dan kerumunan duniawi. Hampir  tak ada ruang waktu untuk menyendiri dan berkhalwat. Sibuk saban waktu lumer dalam  kerumunan manusia yang tak jelas kesadarannya akan Allah. Akibatnya dirinya tak ada, dia kosong dan hampa. Yang ada hanya kerumunan.

Empat, terlalu banyak melayani nafsu syahwat, terutama nafsu seks dan makan. Hampir yang terbayang di benaknya dalam hal mengejar kenikmatan ragawi ialah dengan melampiaskan syahwat makan enak, minum nikmat dan seks yang panas.

Jangankan hati jernih, otak pun jadi ngeras dan beku. Maka kurangilah memikirkan seks dan makanan, apalagi sampai memenuhinya secara rakus.

Jadi…. untuk menterapi hati yang galau, gersang dan kesat seperti batu supaya pulih segar dan jernih laksana air telaga, Syekh Ibnu Atha’illah dalam kitab Taj al-‘Arus mengatakan, “Terdapat empat perkara yang dapat membantu membeningkan hati:

1) Banyak berdzikir.

2) Banyak diam.

3) Banyak khalwat.

4) Mengurangi makan dan minum.”

Semoga kamu yang lagi galau yang nggak jelas asal dan sebabnya dapat mengambil faedah dari artikel ini.

~ Kyai Kampung

Terpopuler

To Top