Ekonomi

Ekonomi Indonesia dan Rupiah Rontok Diinjak Dollar karena Ekspansi Ekonomi China via Jokowi


1 July 2018, 4:40
Dilihat   2.9K

Nusantarakini.com, Jakarta – 

Setiap hari perekonomian dan keuangan Indonesia semakin lemah. Nilai tukar rupiah juga diinjak dollar setiap harinya melemahkan rupiah di negeri sendiri. Demikian Ketua Presidium Musyawarah Rakyat Indonesia (MRI) Yudi Syamhudi Suyuti.

“Ini adalah akibat dari ekspansi ekonomi China untuk menguasai Indonesia yang menggunakan Jokowi sebagai buffernya,” ucap Yudi Syamhudi Suyuti kepada Nusantarakini.com, Jakarta, Ahad dini hari (1/7/2018).

Yudi menyampaikan, Indonesia adalah Negara yang berdaulat dan mampu menentukan nasibnya sendiri termasuk dalam hal ekonomi. Akan tetapi Jokowi justru membuat Indonesia menjadi bagian kekuatan China.

Menurut Yudi, Jokowi seperti ingin berperan dalam perang dagang antara China dan Amerika Serikat dengan menempatkan posisinya sebagai garda China Raya.

“Kebijakan investasi, pembangunan, tenaga kerja dan keuangan Jokowi sangat erat dengan kebijakan one state, one policy OBOR China,” ucap Yudi.

“Ini sangat berbahaya dan membuat perekonomian dan keuangan Indonesia mudah dipukul oleh dollar,” imbuhnya.

Yudi menegaskan, menyikapi situasi politik ekonomi Indonesia yang terombang-ambing ini diperlukan konsolidasi politik Rakyat yang massif untuk mengganti Jokowi sebagai Presiden di 2019 nanti.

Politik Rakyat, lanjut dia, adalah bagaimana kelompok-kelompok Politik mampu mentransfer kekuasaan ke tangan Rakyat sehingga menjadi kekuatan yang berdaulat. Dengan kekuatan berdaulat ini, maka Rakyat akan mampu menentukan sikap politik, ekonomi dan sosial dalam memperbaiki tatanan Negara.

“Pintu masuk perubahan yang bisa dilakukan adalah melalui #2019GantiPresiden,” tandasnya memberikan solosi. [mc]

Facebook Comments

Most Popular

To Top
error: Content is protected !!
Download Premium Magento Themes Free | download premium wordpress themes free | giay nam dep | giay luoi nam | giay nam cong so | giay cao got nu | giay the thao nu