Politik

Pilkada Morowali: Anwar Hafidz Akui Syarifudin Tidak Bisa Diandalkan


20 June 2018, 22:07
Dilihat   3.7K

Nusantarakini.com-Mantan Bupati Morowali, juga saudara kandung Calon Bupati Morowali, Syarifudin Hafidz, mengakui bahwa adik kandungnya tidak bisa diandalkan jika menang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Morowali 27 Juni nanti, saat menjalankan pemerintahan nanti.

Hal ini ditegaskan Anwar Hafidz, saat pidato politik terakhir pada Kampanye Akbar SAH, di Lapangan Marsaole, Bungku Tengah, Morowali, Rabu, 20 Juni 2018, pukul 16.18 WITA.

“Saya mengakui adik saya Syarifudin tidak bisa diandalkan jika menang nanti. Apalagi saat menjalankan pemerintahan,” kata Anwar Hafidz, setelah 30 menit lebih berbicara di atas panggung dihadapan simpatisan dan tim SAH, yang jumlahnya semakin menurun bila dibanding jumlah deklarasi pertama dan tempat yang sama.

Anwat Hafidz saat orasi kampanye akbar Paslon SAH di Bungku Tengah.

Pernyataan Anwar Hafidz tersebut membuat simpatisan SAH terkejut. Namun, Anwar kembali meneruskan pernyataannya, bahwa dalam menjalankan roda pemerintahan tersebut, akan dibantu Chaerudin N Zen, sebagai calon wakil bupati, yang dinilai memiliki kemampuan dan pengalaman di pemerintahan.

Apakah benar Syarifudin Hafidz tidak diandalkan oleh Anwar Hafidz? “Jika benar Anwar Hafidz tidak mengandalkan Syarifudin, mengapa dia menjagokan?” kata H Rahmad, simpatisan SAH yang sempat bingung pernyataan Anwar Hafidz tersebut saat kampanye.

Menurut Rahmad, yang tinggal di Desa Lalampu, Kecamatan Bahodopi, dirinya jauh-jauh datang untuk menyaksikan kampanye akbar SAH, untuk memberikan motivasi ke SAH. Namun dirinya bersama warga Lalampu lainnya, harus kecewa dan langsung pulang meninggalkan acara kampanye, yang masih berlangsung.

Sementara pakar politik, Dr Saifullah F Lanpili menjelaskan adanya jarak logika antara saudara. Ini menunjukkan pengakuan yang secara tidak langsung menjatuhkan calon bupati yang diusung.

“Pernyataan Anwar Hafidz kepada adik kandungnya, Syarifudin bisa menjadi bumerang yang akan menjatuhkan dirinya sendiri dan calon bupati yang diusung. Meski dia melanjutkan pernyataan itu dengan menyebut akan dibantu oleh wakil bupatinya,” jelas lelaki yang mengajar di Universitas Surabaya kepada wartawan, Selasa, 22 Juni 2018.

Syaifullah menyebutkan, jika benar demikian, para pemilih akan bisa menilai, bahwa untuk mencari seorang pemimpin itu bukan saja membutuhkan waktu yang terentang panjang, tetapi lebih mengedepankan kepercayaan masyarakat kepada pemimpinnya.

“Jika tokoh Morowali menilai calon0 bupati itu tidak bisa diandalkan,  bagaimana perasaan tim maupun simpatisannya? Tentu kepercayaan masyarakat akan luntur, ” tegas dia. *

Facebook Comments

Most Popular

To Top
error: Content is protected !!