Nasional

Forum Pengusaha KEMEJA Selenggarakan Malam Kebudayaan Bersama Wagub DKI


25 March 2018, 20:25
Dilihat   3.9K

Nusantarakini.com, Jakarta – 

Forum Pengusaha Kecil Menengah Jakarta (KEMEJA) mengadakan acara Malam Kebudayaan bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga S Uno. Acara dengan sentuhan acara Cap Go Meh ini menampilkan budaya Betawi dan Tionghoa dengan tema “Merajut kebhinnekaan Mengawal Indonesia.”

Koordinator Forum Pengusaha KEMEJA, Chandra Suwono mengatakan bahwa acara Malam Kebudayaan ini masih bernuansa Cap Go Meh karena memang rencananya semula dilaksanakan saat masih suasana hari raya Imlek dan Cap Go Meh,  namun tertunda hingga sekarang baru terlaksana.

“Ya, sebenarnya acara ini seharusnya dilaksanakan kemarin pada saat hari raya Imlek dan Cap Go Meh, karena kita menyesuaikan dengan agenda Pak Wagub maka baru dapat terlaksana saat ini,” terang Chandra di Aula gedung Pasar Hayam Wuruk Indah (HWI) Lindeteves, Jalan Hayam Wuruk 100, Jakarta Barat, Sabtu malam (24/03/2018).

Sementara itu Ketua Panitia Malam Kebudayaan, Henoch Thomas, dalam sambutannya mengharapkan agar acara ini ke depannya bisa berkelanjutan diselenggarakan setiap tahun.

“ke depannya dengan bantuan Bapak Wakil Gubernur DKI Jakarta, semoga acara seperti ini dapat berlanjut,” harap Thomas.

“Kita sudah punya pimpinan baru, maka kita perlu menghargai dan mendukungnya,” sambungnya.

Thomas dalam akhir sambutannya menyampaikan pepatah berbahasa mandarin yang artinya, “Rakyat Bersatu, Negara Kuat.”

Sementara itu Chandra Suwono melanjutkan dengan menjelaskan, bahwa acara ini pertama kali diadakan yang awalnya berangkat dari usulan  Wakil Gubernur Sandiaga S. Uno.

“Acara ini merupakan ide Pak Wagub, karena beliau melihat setelah pilkada DKI ini kok warga DKI masih belum bisa bersatu. Maka kita ditugaskan  untuk mengadakan suatu forum  yang bisa menyatukan warga DKI yang 58 – 42 ini (58% pendukung Anies-Sandi, 42%pendukung Ahok-Djarot – pen).  Bagaimana  yang 42 % ini dirangkul dan yang 58 % merangkul sehingga bisa menjadi 100 %. Bersatu lagi karena Pilkada DKI kan sudah selesai”, terang Chandra.

Menurut Chandra, Forum Pengusaha KEMEJA ini dibentuk untuk  berkolaborasi dan bersinergi dengan program-program pemprov DKI Jakarta dan akan berafiliasi dengan HIPPI, baik DPP maupun DPD.

“Kita akan lihat dulu regulasi dari Pemprov DKI untuk bisa memberdayakan  pengusaha kecil menengah sehingga bisa berinovasi, berkembang, membuka lapangan  kerja dan memberi kontribusi kepada pemprov  DKI secara ekonomi,” ucap Chandra.

Menurut Chandra, ke depannya Forum Pengusaha KEMEJA ini akan berfokus pada dunia usaha. Sehingga akan berlanjut dengan program-program pemberdayaan  pengusaha kecil menengah  dan merangkul pengusaha UKM yang ada di OK OC. Minimal sekali sebulan akan ada diskusi masalah dunia usaha.

“Yang pertama yang akan kami lakukan untuk membantu pengusaha yang saat ini usahanya terkendala salah satunya adalah peraturan Zonasi, agar ada deregulasi peraturan Zonasi tersebut,” ujar Chandra.

“Ada keluhan dari pengusaha yang berlokasi di wilayah bukan zonasi usaha yang mana saat berurusan dengan Asuransi serta Bank dibutuhkan  surat-surat yang lengkap seperti TDP dan SIUP  namun terkendala karena masalah  zonasi, sehingga tidak bisa melengkapi surat-surat yang dibutuhkan, padahal lokasi tersebut sudah masuk wilayah komersil namun IMBnya masih rumah tinggal seperti bengkel,resto, hotel, untuk itu kami akan meminta agar ada regulasi peraturan zonasi,” lanjut Chandra.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga S. Uno dalam sambutannya mengatakan bahwa keberagaman ini jangan dilihat sebagai suatu perbedaan yang hakiki tapi justru melihat perbedaan ini sebagai suatu kekuatan untuk membangun bangsa ini.

“Bapak-bapak bangsa kita memberi contoh, justru menuangkan kekuatan  itu dalam suatu ciri-ciri keberagaman dalam bentuk suatu filosofi dan falsafah  yang sangat modern dengan formulanya yang disebut Pancasila,”  ujar Sandi.

“Ada satu sila yang lebih penting lagi karena persatuan dan keberagaman tidak akan kita rasakan  dalam sebuah balutan Pancasila tanpa keadilan yaitu sila kelima Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, untuk itu untuk melestarikan kebudayaan keberagaman itu harus dilandaskan pada sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” sambung Sandi.

Lebih lanjut Sandi menyampaikan, bahwa ada belasan kelompok pengusaha Tionghoa dari sentra bisnis se-DKI Jakarta yang diundang dalam acara ini, di antaranya Tanah Abang, Pasar Pagi dan Glodok. [mc]

Facebook Comments

Most Popular

To Top
error: Content is protected !!
Download Premium Magento Themes Free | download premium wordpress themes free | giay nam dep | giay luoi nam | giay nam cong so | giay cao got nu | giay the thao nu