Satire

Si Dungu Banteng Marhaen Minta Milad 212 Dibatalkan?


25 November 2017, 21:44
Dilihat   7.1K

Nusantarakini.com, Jakarta –

Kembali, sekawanan begundal-begundal penguasa melakukan upaya provokasi untuk membatalkan acara akbar reuni 212. Sama saja, tidak ada argumen ilmiah yang bisa disampaikan sebagaimana mereka lakukan sebelumnya. Semua argumen berputar-putar pada argumen lama, dungu lagi membosankan.

Selalu saja teriakan dan tuduhan intoleran, radikal, anti Pancasila, tuduhan menggoyang istana, disematkan kepada kaum muslimin yang atas dasar dorongan akidah dan keimanan ingin berkumpul mendulum kerinduan pada ajang reuni akbar 212. Nampak kedangkalan otak yang ada di kepalanya. Semua isi kepala, hanya berisi kamus intoleran, anti kebhinnekaan, anti Pancasila, memecah belah NKRI dan ujaran-ujaran lucu lainnya.

Mereka lupa, atau pura-pura lupa. Seluruh kerusakan dan bala di negeri ini disebabkan ulah geng mereka, bukan alumni 212. Korupsi e-KTP, semua dari kalangan mereka. Tidak ada satupun nama yang terdaftar sebagai penerima dana korupsi e-KTP berasal dari alumni 212.

Yang menjual Sipadan dan Ligitan juga induk semang mereka. Yang menjual 800 aset BUMN juga junjungan mereka. Sulit diterima akal sehat, jika kemudian mereka menginginkan batalnya acara milad 212, atas dalih berbagai tuduhan yang mereka suarakan.

Mujahid 212 Tidak Pernah Gentar!

Wahai banteng-banteng dungu, keledai-keledai kekuasaan, kalian lupa kalian berhadapan dengan siapa. Singa tidak pernah lari dari hewan pemamah biak. Singa melahap daging, sedangkan banteng Seberapapun sangar dan liar hanyalah pemamah biak.

Singa-singa Allah, para MUJAHID 212 tidak sedikitpun gentar, berhenti apalagi melangkah mundur hanya sebab ocehan kalian yang tidak perlu dipertimbangkan. Kalian lupa, apa yang kalian ajukan hanya menambah bergolaknya darah singa-singa Allah. Kuku-kuku mereka mencakar, taring mereka siap menerkam, menjadikan kalian bangkai banteng atau memangsanya untuk tambahan menu makan.

Kami telah berdiri kokoh diatas manhaj akidah, di jalan Quran Sunnah. Kalian tidak bisa melihat, bahwa INDERA kami telah menjangkau kampung surga di akhirat. Sehingga, ancaman dan kesempitan hidup atau sakitnya dunia, nyaris tidak mampu kami rasakan sebab indahnya kebahagiaan kampung akhirat.

Kami mencintai kematian, sebagaimana kalian mencintai harta dan wanita. Kami menceburkan diri untuk menjemput sahadah, mengikuti jejak kakek buyut kami. Kalian tidak mampu menghadang apalagi menghentikan laju kuda-kuda yang kami pacu.

Silahkan minggir! Atau kaki-kaki kuda kami akan melibas, menginjak dan mencampakkan kalian. Kami telah berlatih, untuk menghilangkan ajal musuh tanpa harus menumpahkan darahnya.

Wahai umat,
Wahai kaum muslimin,
Wahai rijaluddin!
Wahai MUJAHID 212!

Anda melihat dengan mata kepala Anda, bahwa betapa kelancangan orang-orang kafir dan kaum munafik berani menyingkap mahkota kemuliaan Anda. Seandainya mereka bisa, niscaya bukan milad yang mereka bubarkan. Bahkan, akidah yang ada di dada Anda juga akan mereka bubarkan!

Wahai umat,
Wahai kaum muslimin,
Wahai rijaluddin!
Wahai MUJAHID 212!

Anda bisa bersabar atas kesempitan hidup yang mendera Anda, tetapi Anda tidak boleh bersabar atas hinaan pada kemuliaan agama Anda. Rezim ini sesungguhnya tidak membenci Anda, melainkan membenci akidah yang menghujam pada dada Anda!

Wahai umat,
Wahai kaum muslimin,
Wahai rijaluddin!
Wahai MUJAHID 212!

Tunjukkan kepada banteng dungu, betapa perkasanya singa-singa Allah. Banteng, seberapa besar dan kuat pun tidak akan pernah menjadi raja rimba. Anda lah yang harus menghukum kelancangan mereka, membungkam mulut-mulut kotor mereka!

Wahai umat,
Wahai kaum muslimin,
Wahai rijaluddin!
Wahai MUJAHID 212!

Gelorakanlah milad 212, terus Kobarkanlah semangat ukhuwah dan persaudaraan Islam. Perkuat barisan, tunjukkanlah pada tanggal 2 Desember 2017, betapa besar dan kokohnya kaum muslimin. [mc]

*Nasrudin Joha

Facebook Comments

Most Popular

To Top
error: Content is protected !!
Download Premium Magento Themes Free | download premium wordpress themes free | giay nam dep | giay luoi nam | giay nam cong so | giay cao got nu | giay the thao nu