Politik

Satanic State Versus Negara Insaniyyah. Indonesia Masuk Mana?

Nusantarakini.com, Jakarta – 

Satanic State atau negara setan belum lazim dalam kategori pembagian model negara. Karena itu musti dilazimkan supaya banyak yang tahu.

Negara setan adalah negara yang anti Tuhan. Persis mengadopsi sifat dan jejak setan.

Setan,  pembangkang Tuhan. Misinya membawa manusia ke neraka agar dirinya tidak masuk sendirian ke tempat itu akibat pembangkangannya kepada Tuhan.

Tipu daya adalah modus hidupnya. Eksploitasi adalah aktivitas hariannya.

Bilamana ada sifat negara semacam itu, yaitu membangkang hukum Allah, mengeksploitasi penduduknya sementara elit-elitnya pesta pora di atas penghisapan terhadap penduduknya melalui pajak, rente dari operasi bank-banknya, dan juga menjerumuskan penduduknya kepada kesesatan dan kesengsaraan abadi, maka itulah negara setan atau satanic state.

Adapun lawannya ialah negara Tuhan atau Mulkullah alias god’s state. Hanya saja Mulkullah ini hanya milik eksklusif Allah SWT. Manusia hanya dapat meniru saja.

Yang dapat dicapai dan realistis bagi manusia ialah negara manusiawi atau Insaniyyah state alias Al-daulah al-insaniyyah. Negara manusiawi ini menghendaki diakhirinya operasi negara setan.

Negara manusiawi ini menjunjung tinggi keadilan, kejujuran, dan pengabdian kepada Allah sebagai supreme bagi manusia.

Elit-elit yang berlaku setan, memerintah laiknya setan, dihalau dan dilarang.

Namun karena negara setan ini telah melazim dan meluas sebagai realitas, maka diperlukan perjuangan untuk menumbangkannya.

Tentu saja setan tidak rela bila institusinya yang telah melembaga itu dihancurkan. Maka setan dan manusia pengikut setan akan bersekutu memerangi hamba-hamba Allah yang menginginkan negara setan itu ditumbangkan.

Bilamana Indonesia ditanyakan, apakah sebenarnya sebagai negara setan atau negara manusiawi, tinggal diukur derajat praktik hukum dan kekuasaannya terhadap penduduknya. Apakah negara ini mengeksploitasi penduduknya atau sebaliknya? Apakah negara ini membawa pembangkangan kepada Allah atau sebaliknya. Silakan ukur sendiri.

 

~ Kyai Embun

Terpopuler

To Top