Budaya

Lebih Baik Mana Berpoligami Atau Monogami, Tapi Munafik, Khianat Diam-diam dan Selingkuh?


11 October 2017, 11:15
Dilihat   1.8K

Nusantarakini.com, Jakarta – 

Kehidupan suami isteri yang disebut modern, adalah kehidupan suami isteri yang hambar, penuh curiga, penuh wabah ketidaksetiaan dan senantiasa terancam praktik selingkuh dan pengkhianatan. Bagaimana itu terjadi, baca berikut ini.

Mana ada lagi di zaman ini, apalagi massa yang terasuki nilai-nilai Barat, yang tidak melakukan praktik ke arah zina atau malah berzina, dengan apa yang disebut pacaran.

Pacaran digunakan sebagai budaya massa untuk saling kenal antar dua jenis seks dalam rangka menikmati perasaan saling suka beraroma syahwat. Dalam banyak praktik, malah jatuh menjadi perzinahan.

Adapun yang dimaksud perzinahan ialah hubungan kelamin yang tidak sah dan haram karena dilakukan di luar ikatan pernikahan yang sah secara Islam. Fakta menyebutkan bahwa remaja di perkotaan banyak yang telah melakukan hubungan zina.

Nah, bayangkan sekarang, jika istri atau suami yang Anda dapatkan adalah seseorang yang pernah berzina di masa sebelum nikahnya dengan Anda. Apakah yang ada dalam hatinya bilamana dia bertemu dengan mantan teman zinanya itu di suatu kesempatan tanpa bersama Anda? Sanggupkah dia mengaku kepada Anda jika dalam hidupnya sebelum dia bersuami isteri dengan Anda, dia telah pernah melakukan zina dengan pacarnya dahulu? Pertanyaan selanjutnya, bagaimana perasaan Anda jika menyadari kemudian bahwa pasangan Anda adalah orang yang sudah pernah berzina, tapi tidak pernah mengungkapkan rahasianya kepada Anda? Bukankah dia adalah tak lebih dari seorang yang menyimpan khianat kepada Anda? Padahal yang Anda ketahui dia bukan janda atau duda secara hukum tapi hakikatnya dia bukan perawan atau perjaka lagi. Coba betapa sialnya hidup yang Anda lakoni: beristri atau bersuami bekas zina orang lain, tanpa Anda ketahui, walaupun Anda sebenarnya curiga. Akibatnya dihantui curigalah Anda sepanjang hayat.

Ini masalah yang besar dan senantiasa laten merongrong ketenteraman dan kenyamanan hidup berumah tangga. Bayangkan, betapa kotornya berumah tangga semacam itu. Beristri atau bersuami eks penzina.

Yang namanya penzina, bersifat kumat dan candu. Bilamana dalam suatu kesempatan yang mendorong dia leluasa melakukannya kembali, apalagi dibakar oleh setan nafsunya, dimana Anda jauh, dimana situasi lingkungannya sepi dan kondusif yang hanya ada dia dan teman calon penzinanya, maka bukankah ingatan dia tentang perbuatan zinanya di masa lampau akan kembali hadir, dan kemudian merangsangnya untuk mengulanginya lagi dengan orang yang berbeda?

Yang begitu biasa terjadi. Apalagi di zaman interaksi kerja antara wanita dan pria sekantor atau serelasi pekerjaan yang makin rapat yang membuat kondisi jadi kondusif untuk melakukan zina tanpa sepengetahuan pasangan legalnya. Na’udzubillahi min dzalik.

Zaman rusak modern sekarang ini, kesetiaan antar suami istri itu langka sekali. Potensi perzinahan alias selingkuh itu lumrah dan membudaya. Perzinahan antara atasan dan bawahan di instansi, tiap hari ada beritanya. Perzinahan diam-diam antar relasi kerja dengan alibi meeting di hotel atau untuk gol proyek, sudah bukan aneh lagi. Hidup manusia sudah layaknya binatang yang tak mengenal agama, mana haram mana halal, mana kotor mana suci.

Mereka yang dihinggapi hidup yang penuh ancaman perzinahan itu, tentu lebih rendah mutu dan derajatnya ketimbang mereka yang terus terang menunjukkan  jati dirinya berpoligami seperti Ustadz Arifin Ilham.

Ada orang yang menentang poligami, tapi diam-diam berzina tiap akhir bulan dengan kawan sekantornya atau relasi bisnisnya tanpa sepengetahuan pasangannya. Betapa kotornya kelamin dan otak serta hati orang semacam itu. Jauh lebih kotor ketimbang tikus got, walaupun titelnya sarjana dan jabatannya direktur.

Bayangkan anaknya, suaminya atau istrinya, tidak menyadari dirinya sebagai penzina layaknya pelacur. Jika pelacur, melakukannya dengan terus terang dan siap tanggung jawab, yang ini diam-diam, ngumpet dan takut kepergok.

Ya Allah jauhkan kami dari pasangan kotor menjijikkan semacam itu. Biarkan kami poligami tapi halal dan fair, walaupun orang-orang yang menjijikkan mencibirnya.

Inilah realitas hidup dewasa ini. Semua gara-gara hubungan perempuan dengan laki-laki makin tak berjarak dan makin kian bercampur di segala hal dan ruang.

Pada akhirnya, salah satu noktah hitam dari bawaan peradaban modern ialah mewabahnya zina. Dan zina inilah yang membuat hidup jadi penuh kecurigaan akan kesetiaan masing-masing. Akibat akhirnya, hidup tidak tenang, penuh curiga, dendam dan lama-lama berujung kekerasan. Betapa banyak yang saling bunuh ketika mendapati pasangannya berzina, padahal dia juga penzina.

Hilangnya kesetiaan dan kejujuran adalah implikasi dari perbuatan zina yang terbawa-bawa dari budaya pacaran. Sedang pacaran haram oleh agama. Karena agama mengharapkan manusia untuk menjauhi pengkhianatan dan ketidaksetiaan. Agama menginginkan manusia yang bersih, jujur dan bertakwa. Bukan penzina yang pengkhianat.

Masihkah Anda menyembah kehidupan modern bawaan budaya Barat? Saatnya Anda bertobat dan masuk ke dalam Islam secara total.

 

~ KYAI EMBUN untuk para Galawers Modern

Facebook Comments

Most Popular

To Top
error: Content is protected !!
Download Premium Magento Themes Free | download premium wordpress themes free | giay nam dep | giay luoi nam | giay nam cong so | giay cao got nu | giay the thao nu