Satire

Awas, Kapitalisme sudah dirasuki faham komunisme


23 September 2017, 11:42
Dilihat   3.4K

Nusantarakini.com  Hal-hal berbau komunisme sebaiknya kita waspadai, termasuk kapitalisme yang makin berbau komunisme. Kapitalisme pada masa kini telah disusupi komunisme. Anak keturunan tokoh-tokoh komunisme kini banyak dikenal sebagai penganut kapitalis, mungkin pura-pura. Contohnya Victoria Beckham, yang merupakan  keturunan Carl Henrich Pfaender – pendukung Karl Marx. Victoria ini malah punya bisnis fashion, musik dan menjadi bintang iklan, yang kesemuanya itu merupakan institusi kapitalisme. Mungkin saja Victoria menyusupkan faham komunisme ke kapitalisme. Hihihihi. Kapitalisme yang ada sekarang ini sudah tidak murni lagi, ada faham-faham komunisme di dalamnya. Dengan demikian kita tidak cukup mewaspadai komunisme tanpa mewaspadai kapitalisme. Mewaspadai komunisme saja tanpa mewaspadai kapitalisme hanya membuka jalan bagi kapitalisme yang juga mengandung komunisme di dalamnya.

Apa ajaran komunisme yang menyusup di tubuh kapitalisme? Sebelum saya menjelaskan hal ini, saya akan jelaskan pengertian kapitalisme dan komunisme.

Kapitalisme yang murni dan konsekuen mengajarkan bahwa untuk membangun bangsa yang makmur, warga harus diberi keleluasaan berusaha tanpa diatur-atur oleh pemerintah. Pemerintah menjadi wasit yang tidak memihak. Kalau warga memperjuangkan kepentingan personalnya, maka kepentingan bersama juga akan terpenuhi. Mengapa? Kepentingan pribadi itu akan saling bersaing satu sama lain, sehingga terbentuk harga barang dan jasa yang terjangkau dan murah.  Malah bikin barang sendiri jauh lebih mahal daripada beli dari suatu perusahaan.

Komunisme yang murni dan konsekuen menentang ajaran tersebut.  Menurut komunisme, ajaran kapitalisme itu  dalam praktiknya menyebabkan ketimpangan. Kebebasan berusaha semacam itu mendorong terbentuknya golongan yang kuat karena menguasai alat-alat produksi, mereka menyebutnya borjuis, terbentuk pula golongan lemah yaitu golongan buruh yang hanya bisa menjual tenaganya, mereka menyebutnya proletar.   Golongan  borjuis punya daya tawar sangat kuat, sehingga buruh tak berdaya diberi upah lebih rendah dari hasil kerjanya.  Borjuis mencuri sebagian keringat proletar. Tenaga dan pikiran buruh terforsir, sementara hasilnya tidak mereka nikmati. Untuk mengatasi hal komunisme mengajarkan untuk meniadakan hak milik pribadi, orang bekerja sesuai kemampuannya dan mendapatkan penghasilan sesuai kebutuhannya.

Eh saya dengan menyebut hal itu  saya khawatir ada yang tertarik dengan komunisme. Jangan terbuai oleh mimpi komunisme. Implikasi dari perwujudan mimpi itu bisa kejam. Dan kejamnya kentara. Untuk membentuk masyarakat tanpa kepemilikan personal dilalui dengan konflik kelas.  Konflik kelas ini bisa berdarah-darah. Selanjutnya masyarakat yang diidamkan itu tercapai secara alamiah. Tapi menurut Lenin  tidak bisa begitu, karena borjuis akan melawan.  Konflik kelas itu kemudian diikuti dengan pembentukan pemerintahan diktator proletariat yang memaksa borjuis tunduk.  Usaha untuk mewujudkan diktator proletariat ini yang kerap mendorong mereka melakukan kudeta, kadang kudeta berdarah-darah.

Atas perkembangan situasi gerakan komunisme itu, Kapitalisme menyerap gagasan komunisme.  Dalam kapitalisme baru, upah buruh ditingkatkan gajinya. Pembagian kerja dan dukungan mesin produksi, membuat mereka jauh lebih sejahtera dengan menjadi buruh daripada tidak menjadi buruh. Pembagian kerja juga membuat mereka hanya punya keahlian spesial, sehingga mereka tidak mahir untuk kerja sendiri.  Mana mungkin buruh semacam ini berminat untuk revolusi? Mereka sudah gaji besar kok.  Itu bentuk akomodasi kapitalisme pada tuntutan komunisme. Kalau nggak begitu, faham komunisme bakal menggulung negara-negara kapitalisme.

Bentuk pengaruh komunisme pada kapitalisme lain adalah tentang hak pribadi.  Kapitalisme setelah era depresi besar 1930, tidak lagi sepenuhnya mengakui hak pribadi 100 persen.  Individu dikenai kewajiban untuk membayar pajak. Uang pajak itu dipakai untuk membuat proyek publik dan membuka lapangan kerja, pendidikan dan kesehatan. Hal ini berarti ada gagasan komunisme pada kapitalisme.  Sampai sekarang negara kapitalisme masih mewajibkan individu untuk bayar pajak, yang merupakan gagasan komunisme. Itu sudah semi komunis. Kalau full komunis, semua milik negara.

Itulah kontaminasi komunisme pada kapitalisme. Kita wajib waspada pada kapitalisme juga karena sudah terkontaminasi komunisme.

Sik-sik, mengapa kita mewaspadai? Mari kita pikirkan

 

 

 

 

Facebook Comments

Most Popular

To Top
error: Content is protected !!