Satire

Kadernya membakar 7 sekolah, Gerindra mengatakan tidak perlu dilebih-lebihkan


7 September 2017, 9:30
Dilihat   1.8K

Nusantarakini.com   Dalam tweet resmi partainya, Gerindra mengatakan bahwa tidak perlu melebih-lebihkan . Twet itu menunjuk pada keterlibatan kader gerindra pada pembakaran 7 sekolah SD di Palangka Raya. Kalimantan Tengah.

Ada perasaan tidak percaya, bagaimana partai sebesar Gerindra menanggapi kejadian itu sebagai hal yang tak perlu dilebih-lebihkan . Saya cek keaslian kutipan itu. Eh ini benar-benar tweet asli dari Partai Gerindra.  Pembakaran 7 sekolah SD itu seharusnya dibesar-besarkan karena sengaja  menghalangi pendidikan termasuk anak-anak SD adalah kejahatan.  Apa salah anak anak SD itu? Itulah yang ada di pikiran saya.

Tapi pikiran kita itu kadang perlu diperiksa. Apakah cukup mengandalkan satu tweet lantas membuat aneka macam anggapan.  Saya coba cek tweet lain.

Oalah..Gerindra tidak seperti yang saya pikirkan.  Memang perlu untuk tidak berhenti pada satu potongan informasi.  Nggak main kutip terus menafsirkan. Tak hanya bagi kasus gerindra saja, pdip juga ya. S

Kronologi Pembakaran 7 SD di Palangkaraya

Pada 21-22 Juli 2017, dalam kurun 24 jam ada empat sekolah yang terbakar. Pertama, pada 21 Juli 2017, sekitar pukul 13.00, SDN 4 Menteng yang berlokasi di Jalan M.H. Thamrin terbakar. Kemudian pada waktu yang sama SDN 4 Langkai di Jalan A.I.S. Nasution juga terbakar.

Pada 22 Juli 2017, pukul 02.00 WIB, giliran SDN 1 Langkai di Jalan Wahidin Sudirohusodo Husono terbakar. Terpaut satu jam kemudian SDN 5 Langkai yang berada di lokasi yang sama juga terbakar.

Selang beberapa hari kemudian Sabtu, 29 Juli 2017, pukul 18.15 WIB, kebakaran juga melanda rumah penjaga di SDN 8 Palangka dan terakhir sekitar pukul 03.00 WIB, Minggu dinihari, SDN 1 Menteng di Jalan Yos Sudarso juga ludes terbakar

 

Facebook Comments

Most Popular

To Top
error: Content is protected !!