Politik

Ternyata Orde Baru Itu Kelanjutan dari Penerapan Pemikiran Soekarno Tua


4 July 2017, 10:07
Dilihat   3.3K

Nusantarakini.com, Jakarta –

Membaca pemikiran Soekarno harus dibagi pada dua fase. Pertama, fase Soekarno muda yang revolusioner, radikal dan berorientasi pemerdekaan Indonesia. Fase kedua, Soekarno tua, yang pragmatis, berorientasi konsolidasi bangsa ke dalam dan mengambil tempat pemimpin dunia alternatif di antara berbagai kekuatan di dunia yang tengah bersaing dengan tidak meninggalkan aspek revolusioner.

Karena itu,menurut Ganis Harsono dalam bukunya, Soekarno sebenarnya anti komunis dan dengan sendirinya tidak terlalu suka dengan PKI Aidit. Hal ini karena, PKI berada di bawah bayang-bayang dua kutub komunis saat itu: Uni Soviet dan China. Soekarno sendiri, ingin berdiri mandiri di antara berbagai kekuatan dunia.

Sekali waktu, Soekarno mencoba mempertajam friksi antara Nyoto yang berorientasi ke Moskow dengan Aidit yang berorientasi ke Peking. Pidato yang berasal dari tulisan Nyoto dibacakan Soekarno secara mengejutkan di sebuah rapat massa CGMI. Kontan, DN Aidit tidak senang.

Itu soal sikap Soekarno terhadap PKI. Soekarno hanya memanfaatkan massa komunis demi tujuan-tujuan politik konsolidasi ke dalam dan gertakan ke luar.

Lain waktu, Soekarno merekrut perwira-perwira kompeten yang tidak politis sebagai pembantu-pembantu untuk menerapkan konsepsi Demokrasi Terpimpinnya. Dia juga membuat dan mengkristalkan golongan berdasarkan fungsi sebagai penyeimbang PKI. Di sini, TNI memainkan peranan dalam mewujudkan hal itu, terutama dengan pelopornya, eks Brigade 17, Tentara Pelajar. Isman di antara yang menonjol dari group ini. Kemudian hari berkembang menjadi Golkar. Jadi sebenarnya, Golkar itu merupakan implementasi dari konsepsi Sokarno tentang susunan politik.

Ketika era demokrasi terpimpin berjalan, para perwira TNI banyak dipercaya Soekarno untuk mengelola administrasi negara dan BUMN. Ini semua cara Soekarno untuk mengkader golongan fungsional sebagai administratur negara di masa depan.

Ketika Orde Baru berdiri, sebenarnya, konsepsi Soekarno, sebagian besar diwujudkan oleh Soeharto. Soeharto sendiri merupakan perwira kesayangan Soekarno selain Ahmad Yani. Beberapa agenda besar Soekarno seperti pembebasan Irian Barat, dipercayakan kepada Soeharto.

Jika kita perhatikan kebijakan dasar Soeharto selama Orde Baru, tampak konsisten dengan sebagian besar konsepsi Soekarno. Soekarno sendiri dihormati oleh Soeharto sebagai pendahulunya yang istimewa.

Memang sudah waktunya meninjau kembali huhungan Soekarno dengan Orde Baru.

Facebook Comments

Most Popular

To Top
error: Content is protected !!