Nasional

Indonesia Terancam Pecah. Siapa Aktor Intelektualnya?


10 April 2017, 15:04
Dilihat   1.3K

Nusantarakini.com, Jakarta –

Boleh dikatakan, Ahok telah menjadi katalisator perpecahan di Indonesia dewasa ini. Asal-usulnya yang sensitif yang berbeda dengan mayoritas penduduk Indonesia dengan gaya temperamen yang kerap menyudutkan kaum mayoritas, membuat suhu sosial politik menjadi panas.

Sedari awal dia mengesankan dirinya sebagai pejabat superior sekaligus kontroversial, sampai sekarang hal itu sama sekali tidak dikoreksinya.

Baru saja pihak Ahok meluncurkan video kampanye, lagi-lagi banyak pihak yang tersinggung. Salah satunya AA Gym. Video tersebut menurut Kyai dari Bandung ini menyudutkan.

Usut punya usut, video tersebut menggambarkan umat Islam yang siap menggayang Cina. Kontan hal ini kembali menaikkan suhu konflik yang agaknya bagaikan api dalam sekam.

Tapi sebenarnya, sadarkah rakyat bahwa suasana konflik ini sengaja diciptakan dan dimanfaatkan oleh tangan-tangan tak terlihat?

Sudah menjadi kelaziman, ada segelintir elit yang menangguk untung jika konflik meletus. Mereka adalah para super kaya dan super kuasa. Keberadaan mereka tidak terikat dengan suatu negara.

Mereka adalah para ateis yang dihubungkan oleh kepentingan material dengan menganggap manusia selain mereka hanyalah hewan yang diperuntukkan untuk mereka.

Mereka inilah sebenarnya musuh kemanusiaan. Mereka dapat menyaru menjadi pejabat, mafia,pengusaha hingga filantropis. Mereka tidak terikat oleh loyalitas terhadap suatu negara, kecuali ikatan khusus di antara mereka.

Jadi, kenalilah mereka. Jangan sampai rakyat diadu oleh plot jahat manusia-manusia keji yang inkar Tuhan tersebut.

Sejak 2005, sudah banyak analisa intelijen bahwa Indonesia akan menyusul nasib Uni Soviet atau Yugoslavia. Potensi ke arah tersebut sangat tebal. (sdr)

Facebook Comments

Most Popular

To Top
error: Content is protected !!
Download Premium Magento Themes Free | download premium wordpress themes free | giay nam dep | giay luoi nam | giay nam cong so | giay cao got nu | giay the thao nu