Pilkada DKI

Mengapa Agus-Sylvi Tereliminasi? Ini Analisisnya


17 February 2017, 18:19
Dilihat   3.4K

Nusantarakini.com. Berdasarkan hasil real count Pilkada DKI yang di lakukan oleh KPU hingga detik ini (98%) TPS sudah bisa dipastikan Paslon Agus-Sylvi tereliminasi ke putaran kedua Pilkada DKI Jakarta. Paslon ini berada di urutan ketiga dengan perolehan suara hanya sebesar 17.03%. Semetara Ahok-Djarot yang meraih suara 42.96% berada pada posisi teratas. Posisi kedua diraih Anies-Sandi dengan perolehan suara 40.01%.

Pertanyaannya mengapa Agus-Sandi mendapat suara terkecil, padahal dari hasil beberapa survei pra pilkada suaranya paling atas?

Berdasarkan hasil *Exit Poll* yang dilakukan oleh Lembaga Konsultan Politik Indonesia (LKPI) mengungkap beberapa faktor yang menyebabkan suara Paslon Agus-Sylvi tidak terlalu besar.

1. Demokrat Dan Parpol Pendukungnya Tidak Solid
Hasil Exit Poll menunjukan bahwa konstituen partai Demokrat tidak solid mendukung Paslon Agus-Sylvi. Konstituen Demokrat malah lebih banyak yang memilih Anies-Sandi (40.5%) dari pada yang memilih Agus-Sylvi (37.8%). Demikian juga dengan konstituen PAN, PPP dan PKB, mereka lebih banyak memilih Anies-Sandi.
partai1
Sementara itu, Paslon Anies-Sandi dan Ahok-Djarot mendapat dukungan penuh dari masing-masing konstituen partai pendukungnya. Konstituen Gerindra dan PKS sangat solid mendukung Anies-Sandi. Demikian juga dengan konstituen PDIP sangat solid mendukung Ahok-Djarot.

2. Kelompok Islam Tinggalkan Agus-Sylvi.
Ini adalah kekalahan Agus-Sylvi dari Anies-Sandi dalam merebut simpati dari kelompok Islam. Padahal pada awal-awal masa kampanye Agus-Sylvi lebih banyak mendapat simpati dari kelompok-kelompok Islam daripada Anies-Sandi. Di detik-detik ahir justru terlihat Anies-Sandi yang banyak merapat ke kelompok Islam.
agama1
Hasil Exit Poll menunjukan Agus-Sylvi hanya meraih 17.0% dari pemilih Muslim. Hanya terpaut sedikit dari Paslon Ahok-Djarot yang meraih 15.8% suara dari pemilih Muslim. Anies-Sandi yang paling banyak mendulang suara dari pemilih Muslim, 34.3%. Sementara kelompok non Muslim dominan mendukung Ahok-Djarot.

3. Suku Betawi, Jawa dan Sunda Loncat Pagar
Ini adalah pukulan telak untuk paslon Agus-Sylvi. Pasalnya tiga suku besar yang tinggal di Jakarta cenderung tidak memilih mereka. Suku Betawi yang merupakan suku asal Sylvi malah lebih dominan memilih Anies-Sandi. Suku Betawi 33.9% memilih Anies-Sandi, yang memilih Agus-Sylvi hanya 20.1% dan yang memilih Ahok-Djarot hanya 13.%.
Demikian juga suku Jawa, 29.8% memilih Anies-Sandi. Yang memilih Agus-Sylvi hanya 13.5%, kalah banyak dengan suara yang memilih Ahok-Djarot 19.7%.
Suku Sunda jelas dominan memilih Anies-Sandi, 42.2%. Agus-Sylvi hanya kebagian 17.2% dan Ahok-Djarot meraih 15.6%.
suku1
Ahok-Djarot walaupun tidak meraih suara dominan dari suku Jawa, Sunda dan Betawi, tapi mendapat dukungan solid dari suara suku Batak dan Tionghoa. Suara pemilih Batak 58.1% lari ke Ahok-Djarot. Agus-Sylvi hanya kebagian 3.8% dan Anies-Sandi mendapat 9.7%. Lebih solid lagi etnis Tionghoa, 80.0% mendukung Ahok-Djarot. Agus-Sylvi dan Anies-Sandi nyaris 0% alias kosong.

Oleh Dendi Susianto

Direktur Lembaga Konsultan Politik Indonesia (LKPI)

Facebook Comments

Most Popular

To Top
error: Content is protected !!