iklan
Analisa

MAKAR DEMI AHOK


6 December 2016, 20:44
ahok-martimus
Dilihat   396

Nusantarakini.com, Jakarta-

Penangkapan para tokoh masyarakat dan aktivis oleh kepolisian dengan tuduhan makar, harus dicermati secara jeli oleh kita semua sebagai suatu skenario licik rezim untuk membendung pergerakan para ulama dan aktivis Islam yang tergabung dalam GNPF MUI menuntut penyelesaian kasus penistaan agama oleh Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Para tokoh dan aktivis  ditangkap hanya sebagai sasaran antara, tetapi laras sasaran sebenarnya kepada ulama dan aktivis Islam GNPF MUI.

Patut diduga sebab kasus Ahok yang akan disidangkan dalam waktu dekat ini telah didesain unuk membebaskan Ahok. Hal ini juga terbaca oleh parpol pendukung Ahok, karena itu mereka tidak malu-malu lagi mempertontonkan dukungan sepertu menggelar acara Parade Kita Indonesia.

Jika Ahok bebas tentu saja kekecewaan dan gelombang aksi umat Islam semakin membesar menuntut pertanggungjawaban rezim, yang tidak mustahil dapat menggoyahkan kursi empuk kekuasaannya. Untuk itulah Rezim mengantisipasii dengan skenario ‘makar’.

Tudingan makar jelas sangat mengada-ada. Aspirasi dan kritik kritis bukan tindakan yang diharamkan di dalam kehidupan negara demokrasi. Negara komunis saja tidak sembarang menangkapi warganya tanpa payung  hukum ‘UU Subversib’

Di zaman Orla ketentuan itu diatur dalam UU No. 11 Tahun 1963 yang diadopsi dari negara komunis Soviet. Kemudian UU diambil alih oleh rezim Orba untuk memberangus lawan-lawan politiknya. UU ini dihapuskan pada masa presiden Habibie.

Loh kenapa rezim saat ini tanpa payung hukum begitu beraninya menangkapi warganya dengan tuduhan makar.  Jawabnya ‘ makar demi ahok’.

*Martimus Amin Pengamat Hukum tinggal di Jakarta. (*mc)

Facebook Comments
loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top
Close
Download Premium Magento Themes Free | download premium wordpress themes free | giay nam dep | giay luoi nam | giay nam cong so | giay cao got nu | giay the thao nu