iklan
Analisa

The Indonesian Reform: Tidak Tegas Perintahkan Kapolri Tangkap Ahok, JK Salah Fatal


8 November 2016, 12:20
img-20161106-wa0013
Dilihat   501

Nusantarakini.com, Jakarta-

Berita terkait menghimbau Wakil Presiden RI  (Wapres) Jusuf Kalla mundur sangat logis. Sebagai bentuk pertanggungjawaban moral pemimpin yang tidak bersikap tegas  mencerna situasi nasional yang tidak bisa dikendalikan oleh pemerintahan saat ini.

Sebab, saat menerima pendelegasian wewenang dari Presiden RI Jokowi, serta menghilangnya Jokowi untuk menghindari bertemu dengan utusan demonstran yang menuntut sikap ketegasannya memproses hukum Ahok pelaku penistaan agama, maka saat itu telah terjadi kevakuman kekuasaan. Seharusnya JK, pada malam tanggal 4 November 2016 itu memerintahkan Kapolri menangkap Ahok. Sebagaimana pernah dilakukannya saat menjadi Wapres SBY yang telah memerintahkan Kapolri menangkap Robert Tantular pelaku korupsi Century.

Kesalahan besar JK ini harus ditebus dengan cara ksatria ia mengundurkan diri. Akibat kepengecutan Jokowi dan sikap ketidaktegasan JK dalam momentum malam tanggal 24 November 2016, akibatnya akan memicu letusan aksi yang lebih dasyat daripada sebelumnya. Dengan mundurnya JK maka ia telah menembus dosa kesalahannya dan dipandang sebagai bagian barisan perjuangan penegakan keadilan dan hukum.

*Rahmat K, Peneliti dari Lembaga The Indonesian Reform (*mc)

Facebook Comments
loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top
Close
Download Premium Magento Themes Free | download premium wordpress themes free | giay nam dep | giay luoi nam | giay nam cong so | giay cao got nu | giay the thao nu