iklan
Analisa

GELAR PERKARA TERBUKA BISA JADI PEDANG BERMATA DUA


7 November 2016, 21:32
konferensi-pers-gnpf-mui-tentang-ricuh-aksi-damai-411-di-jakarta-by-fazeri-32lc3q966qghcind5npu68
Dilihat   456

Nusantarakini.com, Jakarta-

GELAR PERKARA TERBUKA BISA JADI PEDANG BERMATA DUA

Di berbagai media diberitakan bahwa polisi akan melakukan gelar perkara secara terbuka. Ada beberapa catatan yang bagi saya perlu diperhatikan dalam gelar perkara terbuka ini:

1. Potensi trial by the press, dengan dilakukan gelar perkara secara terbuka, jika nanti saksi dan ahli keterangannya lebih menguatkan tuduhan bahwa ahok telah melakukan delik penistaan agama (Islam), maka kesimpulan yang dihasilkan dari gelar perkara terbuka itu dapat langsung menjadi “vonis bersalah” bagi ahok ala trial by the press.

Masyarakat akan sulit menerima bila kelak Majelis Hakim pemeriksa perkara menyatakan ahok tidak bersalah, apalagi bila saksi dan ahli yang memberikan keterangan dalam gelar perkara terbuka ternyata ketika di ruang sidang memberikan keterangan yang berbeda. Padahal keterangan saksi sebagai alat bukti ialah apa yang saksi nyatakan di sidang pengadilan (vide: pasal 185 ayat (1) KUHAP).

Masyarakat bisa menganggap persidangan telah direkayasa.

2. Potensi memicu distrust, sebaliknya dengan dilakukan gelar perkara terbuka apabila keterangan saksi/ahli cenderung melemahkan tuduhan ahok telah melakukan penistaan agama (Islam), maka kesimpulan yang dihasilkan dari gelar perkara terbuka –sesuatu yang sangat TIDAK LAZIM dalam proses penyidikan– itu bahkan keseluruhan rencana dan prosesnya akan tampak seperti parodi yang tidak lucu, membangkitkan “distrust” meluas di masyarakat akan ketidakadilan dalam penegakan hukum oleh aparat kepolisian ataupun penggunaan kekuasaan secara sewenang-wenang (abuse of power) untuk melepaskan seseorang dari jerat hukum, bahkan pusat pemerintahan dapat terkesan melakukan “obstruction of justice” dengan berbagai dalih, yang muaranya dapat memicu gelombang Aksi Bela Al Qur’an jilid 3.

Bila itu yang terjadi, maka bersiaplah menghadapi tsunami politik tingkat tinggi di negeri ini.

Itulah “pedang bermata dua” dari rencana gelar perkara terbuka. (*mc)

Jakarta, 7 November 2016.
M. Luthfie Hakim, S.H., M.H.
Komisi Kumdang MUI
Bendahara GNPF MUI

Facebook Comments
loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top
Close
Download Premium Magento Themes Free | download premium wordpress themes free | giay nam dep | giay luoi nam | giay nam cong so | giay cao got nu | giay the thao nu