iklan
Analisa

DUGAAN AHOK SEBAGAI PELAKU PENISTAAN AGAMA


7 November 2016, 23:19
ahok-almaidah
Dilihat   499

Nusantarakini.com, Jakarta-

DUGAAN AHOK SEBAGAI PELAKU  PENISTAAN AGAMA.

  1. Dari unsur niat adalah jelas bahwa ada unsur  kesengajaan untuk  melakukan penistaan agama.  Sebab peristiws 27 September 2016 di Pulau Seribu merupakan pemantik yang sesungguhnya sudah berulang kali diucapkan oleh Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama.
  2. Dari unsur perbuatan adalah jelas telah melakukan penistaan agama/Islam oleh karena seseorang yang bukan Muslim menggunakan Surat Al Maidah ayat 51 digunakan sebagai argumentasi menuduh penduduk pulau Seribu yang tidak memilih Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
  3. Dari aspek bahasa kesalahannya bukan karena ada tidaknya “kata pakai”, melainkan pada kata “dibohongi” yang bersifat aktif. Sehingga konotasinya tidak lain sebagai alasan yang digunakan sebagai argumentasi memperkuat tudingan yg tidak tepat.
  4. Dari unsur Sebab akibat, jika  apa yang dikatakan  Ahok  itu benar atau tidak salah;  tentu saja tidak akan ada reaksi besar-besaran dan mudah dimaafkan oleh sebagian besar ummat Islam.                        
  5. Bahwa nyatanya ucapan Ahok atas surat Al Maidah 51 sebagai Penistaan atas Agama/ Islam telah terpenuhi karena telah menimbulkan rasa terhina atau ternista yang menimbulkan gangguan ketertiban secara nadional.                     
  6. Dugaan tindakan Ahok sebagai delik umum/bukan delik  aduan adalah telah dibuktikan adanya bukti-bukti atau petunjuk yang jelas yaitu  secara formal ada fakta TKP di Pulau Seribu, ada video tentang Ahok yang cenderung melakulan penistaan atau penghinaan, ada saksi hidup yang mendengarkan, dan juga adanya keterangan dari saksi ahli.
  7. Ulama ulama, habaib, intelektual Muslim dan sebagian besar ummat Islam adalah golongan yang telah dirugikan hak hak kebebasan agama karena perkataan Ahok tersebut.
  8. Bahwa mereka yang jumlahnya tidak kurang dari 2 juta kaum Muslimin  turun ke jalan pada 4 November adalah subyek hukum yang membuktilan perbuatan dan ucapan Ahok adalah salah dan menista harga diri atau harkat dan martabat ummat agama sebagaimana diatur dalam Pasal 156 KUHP.
  9. Dengan demikian, maka seharusnya proses hukum dilakukan Polri untuk melakulan penyelidikan dan penyidikan yang akhirnya  dapat disimpulkan tanpa ada keraguan (unresonable doudt)  bahwa Ahok telah melakukan tindakan pidana penistaan yang harus ditetapkan sebagai tersangka dan segera harus dilakukan PENAHANAN. Selamat bekerja Bareskrim Polri secara profesional dan berkeadilan serta selamat pula kepada relawam Muslim yang turut mengawasi jalannya proses hukum ini.

* Jawahir Thontowi, Direktur Centre for Local Law Development Studies CLDS FH UII  Yogyakarta dan Direktur Centre of Study for Indonesian Leadership JAKARTA. (*mc)

Facebook Comments
loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top
Close
Download Premium Magento Themes Free | download premium wordpress themes free | giay nam dep | giay luoi nam | giay nam cong so | giay cao got nu | giay the thao nu