iklan
Tausiah

BILIK SUARA


29 September 2016, 12:52
whatsapp-image-2016-09-29-at-10-59-43
Dilihat   271

Nusantarakini.com, Jakarta-

BILIK SUARA

Ketika sepi suara lantang dijalan. Ketika sepi muda-mudi gagah bergandeng tangan menghadang barikade pasukan. Dan tak terlihat lagi muda-mudi keluar-masuk perkampungan membawa gagasan dan tindakan kerakyatan. Maka, tak sedikit diantara kita yang masih meletakkan harapannya pada pemilu. Jalan konstitusional pada akhirnya harus dilalui. Meski tak serupa kehendak sejati. Demi merawat cita-cita besar. Menjaga kesabaran yang katanya masih revolusioner itu. Masih tekun mendampingi korban. Mewujudkan cinta kasih pada kemanusiaan. Seraya terus berikhtiar terjadi perubahan. Setidaknya pergantian pimpinan.

Namun disana masih ada saja yang sungguh-sungguh muak pada proses konstitusional bernama pemilu. Sikap yang demikian, tentu mengandung bermacam alasan. Pun dapat membuka ruang penguasa jahat kembali bebas berbuat bengis nir kontrol publik. Pemilu bagi penguasa jahat tak lebih sekedar sebuah proses melanggengkan perilaku kejam dan bengis. Menggusur kaum papa. Merampas tanah, rumah, pekerjaan, merampas segala kehidupan. Pembangunan yang melahirkan anak-anak kemiskinan. Alih-alih membangun infrastruktur, yang terjadi justru menggusur infrastruktur kehidupan ekonomi kaum papa.

Bagi penguasa jahat, golongan putih pemilu akan dijadikan sahabat. Setiap hari bertemu dengan kekecewaan, ketidakberdayaan, dan putus asa. Dihadapkan pada kebobrokan, kerusakan hukum dan kehancuran kemanusiaan. Dan hari ini, segala kebengisan dan tindakan brutal penguasa jahat akan diabdikan sepenuhnya demi melahirkan anak-anak golongan putih pemilu.

Janji itu memang setinggi langit. Berujar sungguh-sungguh demi kesejahteraan umum. Atau malah kesejahteraan bagi segelintir cukong hitam?!

Tuhan tak pernah tidur. Begitulah ujaran keyakinan yang masih menyisakan asa. Dari puing-puing rumah tergusur, dari dalam bilik-bilik suara, rakyat akan membuat perhitungan. Hari penghakiman telah tiba. Pengadilan bagi penguasa jahat. Kemenangan kepada kaum papa. (*mc)

*Tino Rahardian S. (Pemerhati sosial budaya di Jakarta)

Facebook Comments
loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top
Close
Download Premium Magento Themes Free | download premium wordpress themes free | giay nam dep | giay luoi nam | giay nam cong so | giay cao got nu | giay the thao nu