Warkop-98

Zeng Wei Jian: Ahok Politisi “Hermaphrodite”, Layak Pakai Beha dan “Celdam” Wanita


16 September 2016, 22:22
Dilihat   2.6K

Nusantarakini.com, Jakarta-

POLITIKAL HERMAPHRODITESME
by Zeng Wei Jian

Soe Hok Gie mengirimkan gincu dan cermin kepada mantan aktifis mahasiswa yang legislator di DPRGR.

Empat puluh tahun kemudian, hari ini Jumat 16/09/2016, sekitar 300-an perempuan melempari Balai Kota dengan celana dalam dan kutang warna pink. Ahok dikirimi bingkisan special kata sejumlah netizen.

Balai Kota adalah simbol gubernur. Aksi “mengirim bingkisan” ini adalah simbol perlawanan. Sejak era Soe Hok Gie, ternyata piranti perempuan jadi simbolisasi perjuangan. Saya kira, tidak ada unsur sexist, bias gender atau anti LGBT dalam aksi lempar kutang dan celana dalam tadi.

Ini aksi politik, bukan sentimen misogynist. Sehingga kritik dalam frame feminist atau LGBT adalah suatu misfit paralogisme. Aksi dan bahasa politik harus dilihat dengan parameter yang sesuai pula.

Ahok adalah pria. Caci-maki “ahok banci” tidak punya tendensi menomor-duakan kelompok transgender. Terma “banci” ini merupakan bahasa politik. Tendensinya pejoratif. Metafora dari seorang “lelaki pengecut”.

Jadi makian “Ahok Banci” bukan sebuah serangan derogatif terhadap LGBT. It has nothing to do with gay and homosexual people. Targetnya murni Ahok, sebagai penguasa zolim yang inkonsisten dan pengecut.

Dalam manuver politik, Ahok jelas masuk kategori “tidak jelas”. Sebentar-bentar Ahok jadi leader PIB, lalu loncat ke Golkar. Kadang-kadang Ahok ngomong hendak sejahterakan rakyat. Namun aksinya malah bikin ribuan orang jatuh miskin akibat proyek penggusuran yang menguntungkan pengembang. Saya sebut ahok “politikal hermaphrodite”. Dia menderita political gender binary. Ga jelas jenis kelamin politiknya.

Karena itu, sangat tepat bila sekelompok orang melempari Ahok dengan “perkakas wanita”.

Sekali lagi, itu bahasa simbol. Hanya itu yang bisa dilakukan rakyat kecil saat menghadapi penguasa. Aksi Perempuan NKRI yang dipimpin Andi Rini Sukmawati ini adalah bahasa perlawanan kaum perempuan terhadap Ahok. Kaum perempuan merupakan salah satu kelompok warga yang merasakan kesengsaraan akibat kebijakan Ahok menggusur ratusan titik.

Sebagai politisi hermaphrodite, Ahok layak memakai beha dan celana dalam wanita. Sehingga aksi hari ini adalah demonstrasi yang tepat.

THE END (*mc)

Facebook Comments

Most Popular

To Top
error: Content is protected !!