Nasional

Perjanjian Hudaibiyah dan Internasionalisasi Islam sampai Sriwijaya


12 September 2016, 13:04
Dilihat   955

Nusantarakini.com, Jakarta – Tidak banyak yang menyoroti implikasi Perjanjian Hudaibiyah terhadap fase perkembangan Islam di kemudian hari. Padahal jika dicermati, sebenarnya Perjanjian Hudaibiyah inilah titik tolak proses internasionalisasi Islam menembus batas-batas teritorial Madinah – Makkah. Fase inward looking berubah menjadi outward looking.

Perjanjian Hudaibiyah memberikan kesempatan kepada Nabi dan ribuan pengikutnya untuk jeda dari perang rutin dengan kafir Mekkah. Mereka bisa bernafas lega dan dapat mengatur strategi dan taktik dakwah lebih maju.

Dalam kesempatan yang disediakan oleh Perjanjian Hudaibiyah tersebut, Nabi Muhammad Saw pun sibuk mengirim delegasi dan surat seruan masuk Islam ke berbagai kekuatan dunia saat itu. Tercatat terdapat 43 surat seruan masuk Islam ke penguasa-penguasa yang dikenal saat itu. Beberapa dari surat berisi seruan Nabi itu masih terdokumentasi hingga hari ini. Di antara yang terkenal misalnya surat ke Kaisar Hiraklius penguasa Romawi, Abrawaiz Kusrow II imperium Persia saingan imperium Romawi, Maukaukis penguasa Mesir, Negus Raja Etiopia, dan lain-lain.

Salah satu dari isi surat tersebut misalnya dibawa oleh duta Nabi, Dihyah bin Khalifah Al-Kalby, kepada Hiraklius dengan bunyi sebagai berikut: “Bismillahirrahmannirrahhim. Dari Muhammad, hamba dan utusan Allah kepada Heraklius penguasa Romawi. Salam sejahtera bagi siapapun yang mengikuti petunjuk. Amma ba’du.

Dengan ini, aku menyerumu untuk memeluk Islam. Masuk Islamlah, maka Allah akan mengganjarmu dengan pahala dua kali lipat. Akan tetapi, jika engkau menolak, engkau harus menanggung dosa orang-orang Arisi. Wahai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada satu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kalian.”

Kepada Abrawaiz Kusrow II imperium Persia, melalui penguasa protektorat Persia di Bahrain berbunyi sebagai berikut:
“Bismillahirrahmanirrahim. Dari Muhammad hamba Allah dan Rasul-Nya. Kepada Kusrow penguasa rakyat Persia. Salam sejahtera bagi yang mengikuti petunjuk dan beriman kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. Aku bersaksi behawa tiada Tuhan kecuali Allah yang Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Aku mengajak dengan seruan Allah.

Sesungguhnya aku adalah Rasul Allah kepada seluruh umat manusia supaya dapat memberi peringatan kepada orang-orang yang hidup hatinya dan supaya ketetapan azab kepada orang-orang kafir itu pasti. Masuklah Anda ke dalam Islam, niscaya akan selamat. Jika kamu menolak, sesungguhnya kamu memikul dosa kaum Majusi.”

Dari pola dan sifat isi surat-surat Nabi yang menargetkan pribadi-pribadi berkuasa saat itu yang jumlahnya diketahui 43 surat, jelas surat-surat itu tentu juga dikirimkan dari Timur hingga Barat. Kekaisaran China, India hingga Sriwiijaya kemungkinan besar menerima pula surat-surat seruan tersebut. Jarak antara semenanjung Arab dengan nusantara, bukanlah halangan, sebab sejak lama koneksi perdagangan melalui jalur laut hingga ke China dengan apa yang disebut jalur sutra laut (jalur emas) telah terbentuk.

Para pelaut di zaman kuno, menguasai dengan baik navigasi dan transportasi melalui laut berdasarkan karakter dan pola angin. Di nusantara, dilalui dua angin musin yang setiap setengah tahun berubah arah. Pada bulan Oktober-April berhembus angin musim barat sedangkan bulan April-Oktober berhembus angin musin timur. Para pelaut yang berangkat dari Maluku telah menggunakan angin musim timur untuk berlayar menuju pusat perdagangan di bagian barat, misalnya menuju Makasar, Gresik, Demak, Banten sampai ke Malaka. Sebaliknya, kapal dari barat yang berlayar menuju ke wilayah timur menggunakan angin musim barat. Pada bulan Juni-Agustus kapal berlayar ke Ayuthia (Thailand) dan Cina, sedangkan pada bulan September-Desember angin balik berhembus ke selatan. Malaka adalah tempat transit paling sibuk yang menghubungkan Cina dan India hingga Arab, Persia, Iskandaria, Bizantium dan Eropa kala itu. Adapun Malaka merupakan kota besar bagian dari wilayah Sriwijaya. (bersambung ke – Ketika Sriwijaya Mengundang Islam)

Facebook Comments

Most Popular

To Top
error: Content is protected !!
Download Premium Magento Themes Free | download premium wordpress themes free | giay nam dep | giay luoi nam | giay nam cong so | giay cao got nu | giay the thao nu