Politik

Inikah Motifnya Mengapa Menteri Archandra Tahar dan Muhadjir Effendy Diserang?

Nusantarakini.com, Jakarta – Di antara sekian menteri yang direshuffle oleh Jokowi, hanya ada dua menteri yang jadi serangan berita negatif, yaitu menteri ESDM Archandra Tahar dan Mendikbud Muhadjir Effendy. Padahal menteri-menteri lain seperti Sri Mulyani dan Wiranto jauh lebih sedap untuk diserang. Tapi kenapa tidak? Atau menunggu giliran?

Sekali-sekali perlu ditanya Tempo, kenapa Sri Mulyani tidak dihajar oleh mereka.

Muhadjir Effendy menerima serangan berita negatif terkait isu fullday school. Kemudian melebar kemana-mana. Namun seiring waktu serangan itu meredup dan tampaknya dia akan memulai masa normal.

Sekarang giliran menteri Archandra Tahar. Serangan yang dia terima terkait isu kewarganegaraannya. Dia dikabarkan telah menjadi warga negara AS. Padahal sangat mudah dipahami mengapa yang bersangkutan mengambil kewarganegaraan AS. Hal itu terkait dengan aktivitas ilmiah dan bisnisnya di bidang minyak dan gas yang memerlukan sokongan politis.

Tidak bisa dibayangkan jika karir perminyakan yang mengagumkan diraih oleh Archandra Tahar lewat basis karir di Indonesia. Tentu saja lebih mudah mencuat lewat fora Amerika.

Lepas dari hal itu, serangan yang bermaksud merongrong keberadaan kedua menteri tersebut memang penuh dengan percampuran kepentingan.

Salah satu kepentingan yang sulit ditutupi ialah pihak-pihak lama yang mengambil manfaat dari rezim sebelumnya terhadap dua pos kekuasaan tersebut. Mereka juga tentu beragam, beririsan satu sama lain dan bercampur aduk.

Sebagaimana diketahui, rezim Poernomo Yusgiantoro cukup berpengaruh di lingkungan ESDM. Mereka akan terimbas dengan hadirnya orang yang benar-benar baru dan asing di ESDM tersebut.

Adapun mantan Menteri Sudirman Said tentu tidak terlalu menghawatirkan untuk menggusur hegemoni tersebut.

Bilamana Kompas cukup aktif memberitakan isu kewarganegaraan Archandra Tahar sebagai titik serangan, maka hal itu dapat dipahami dari segi irisan kepentingan dan lain-lain.

Sedangkan Menteri Muhadjir juga terkena serangan, juga karena banyak pihak yang mengalami kerugian dengan kehadiran orang Muhammadiyah kental tersebut. Sebab pos-pos yang dapat diharapkan sebagai sumber yang menguntungkan bagi pihak-pihak tertentu, akan semakin kehilangan peluang untuk dieksploitir.

Sejatinya jika mereka jujur, yang mereka inginkan di pos kemendikbud adalah menteri yang tidak kuat secara back up politik. Sedangkan di kementerian ESDM, mereka inginkan ialah menteri yang tidak kuat secara keilmuan dan pengalaman. Dengan demikian mereka bisa bermain dan mengambil untung.

Liciknya mereka, mereka gunakan orang lain untuk menyalurkan serangan mereka. GP Ansor yang memang kadang-kadang agak gimana gitu, dipampang pendapat heroiknya soal kewarganegaraan Archandra Tahar. Itulah sejatinya mereka. Lempar batu sembunyi tangan. (sed)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top