Politik

Inilah Otak Di Balik ‘Teman Ahok’, Baca Sepak Terjangnya

Nusantarakini.com, Jakarta – Berita tentang ditahannya dua orang pendiri “Teman Ahok” oleh otoritas Singapura, kini menimbulkan penasaran bagi publik Indonesia. Siapa yang ditahan, kenapa ditahan? Itulah pertanyaan awal bagi kebanyakan orang. Jelas yang ditahan namanya Amalia Ayuningtyas dan Richard Handris Saerang dari Teman Ahok. Kedua orang muda-mudi ini sejatinya tidak perlu ditahan karena tidak membahayakan negara itu, kecuali oleh suatu order rahasia dari orang penting di Indonesia untuk tujuan tertentu. Tujuannya bisa macam-macam. Yang paling mudah adalah untuk mengirim pesan tertentu ke pihak Ahok agar aktivitas kampanye pilgubnya tolong jangan kencang-kencang amat. Atau sebaliknya untuk menguntungkan popularitas Ahok dan mendongkrak militansi tukang kutip KTP mereka yang sedang dilanda galau. Sebab dengan munculnya berita penahanan itu, pihak Ahok dapat mengeksploitasi isu tersebut menjadi semacam penzaliman terhadap diri Ahok.

Yang namanya watak opini Indonesia sedikit punya cacat melo karena kecenderungannya untuk membela siapa pun yang terzalimi. Tidak peduli salah atau benar. Pokoknya terkesan dizalimi, langsung ramai-ramai memihak.

Lalu apa sebenarnya yang dikerjakan oleh dua orang anak muda yang nyari makan dengan membela Ahok itu hingga harus ditahan pihak imigrasi Singapura?

Berdasarkan keterangan yang berhasil dikumpulkan, mereka ditahan karena terjerat hukum negara setempat. “Mereka dikenakan status unwanted person terkait aktivitas politik,” ujar Koordinator Teman Ahok, Aditya Yogi Prabowo dalam keterangan tertulisnya.

Kenapa kedua orang yang bekerja menyukseskan Ahok ini masuk ke dalam klasifikasi orang yang tidak diinginkan Singapura? Pasalnya mereka pergi ke negeri tersebut untuk urusan kampanye politik buat Ahok dengan cover festival makanan. Sedangkan Singapura tidak ingin negerinya dilibatkan untuk urusan pemenangan Ahok.

Apapun cerita soal lembaga Teman Ahok yang makin kinclong di jagat opini publik ini, yang bikin penasaran sebenarnya ialah siapakah otak di balik lembaga kendaraan politik Ahok tersebut?

Ternyata dia adalah pemuda Minang yang memiliki perusahaan jasa survey opini publik dengan nama, Cyrus Network. Namanya Hasan Nasbi. Lulusan Ilmu Politik UI Pernah bekerja sebagai Wartawan Kompas (2005-2006). Sejak 2006 -awal 2008, bekerja sebagai peneliti di Pusat Kajian Politik Universitas Indonesia.

Dia juga bekerja sebagai Program Manager di Indonesian Research and Development Institute. Sebagian besar waktunya dihabiskan untuk penelitian terutama survey pra-Pilkada di berbagai provinsi dan kabupaten/kota. Memiliki hobby membaca bacaan bertema kiri, Amerika Latin, Timur Tengah, Konspirasi, dan Pemikiran Politik.

Menurut berbagai sumber, Hasan Nasbi terlibat memenangkan pasangan Jokowi – Ahok pada Pilkada DKI 2012. Adalah wajar dengan hubungan historis seperti itu, dia berusaha berusaha pula untuk memenangkan Ahok untuk masa pilkada 2017.

Teman Ahok melalui media dengan terbuka dikatakan dimodali dengan dana Rp 500 juta oleh Hasan Nasbi. Bisalah dibayangkan betapa luar biasanya Hasan Nasbi itu.

Teman Ahok memiliki anggota ribuan orang. Secara efektif bekerja untuk kepentingan politik Ahok. Agaknya, Hasan Nasbi menyulap eks relawan Cyrus Network menjadi Teman Ahok.

Dengan hampir satu juta data penduduk DKI terkumpul di laci data Teman Ahok, entah sulap apa lagi yang akan dibuat oleh Hasan Nasbi dengan kekayaan data tersebut. (sed)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top